Our Blog

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

Factory Outlet atau biasa disingkat FO, beberapa tahun belakangan ini menjadi istilah yang sangat melekat dengan kota Bandung. Trend FO muncul di kota Bandung setelah sebelumnya didahului oleh trend Distro.  Orang-orang dari luar kota Bandung yang datang ke Bandung atau masyarakat Bandung sendiri sengaja meluangkan waktu khusus untuk mengunjungi berbagai FO yang jumlahnya kini kemungkinan mencapai ratusan di kota Bandung. Belanja barang bermerk atau biasa disingkat BBB, tapi bisa didapat dengan harga miring  merupakan salah satu tujuan orang-orang mengunjungi FO.

Belanja barang bermerk tapi murah pasti menjadi hal yang sangat menarik bagi siapapun, tidak hanya bagi kaum wanita yang memang dikenal suka belanja, akan tetapi juga bagi kaum pria. Berbelanja di FO seperti sudah menjadi cara berbelanja ekslusif dan menjadi citra masyarakat Bandung masa kini. Namun sebagian besar ‘tukang belanja’ tersebut kemungkinan tidak mengetahui bagaimana cikal bakal kemunculan FO, yang akhirnya menjadi sebanyak seperti sekarang.

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

Belanja barang bermerk di FO sebetulnya diawali oleh cara belanja yang dilakukan oleh seseorang kepada temannya atau kepada orang yang dikenalnya.  Urutannya adalah seperti ini, seorang pegawai yang bekerja di sebuah pabrik garment yang memperoduksi barang bermerk (dengan lisensi dari pemilik merk tentunya)  mengumpulkan barang-barang yang tidak lolos proses QC atau quality control yang disebabkan berbagai ‘cacat’ yang kadang bagi orang kebanyakan yang tidak biasa bekerja di bagian quality control, cacat tersebut tidak akan terlihat. Barang-barang yang memiliki cacat kecil tersebut tidak lolos qc, karena perusahaan yang memproduksi barang tersebut menerapkan standar yang sangat tinggi terhadap kualitas barang yang biasanya ditujukan untuk pasar luar negeri atau barang yang diproduksi khusus untuk tujuan ekspor tersebut. Barang-barang ‘bermerk’ tapi ‘cacat’ ini lah yang kemudian dijual oleh pegawai perusahaan tersebut kepada teman atau saudaranya dengan harga di bawah standar.

Melihat animo masyarakat yang cukup besar untuk belanja barang bermerk tapi murah ini lah yang kemudian ditangkap sebagai peluang bisnis oleh mereka yang memiliki cukup modal untuk membuat toko atau outlet yang khusus menjual barang-barang bermerk tapi ‘cacat’ ini.  Toko atau outlet ini lah yang menjadi cikal bakal lahirnya nama atau istilah Factory Outlet atau FO, yakni toko (outlet)  yang menjual langsung barang-barang yang berasal dari pabrik (factory).

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

BELANJA BARANG BERMERK TIDAK LOLOS QC DI FO

5.01017

admin

So, what do you think ?


Contact Form Powered By : XYZScripts.com